Dalam dunia akademik dan profesional, integritas adalah mata uang yang paling berharga. Salah satu parameter untuk menjaga integritas tersebut adalah melalui pengecekan Similarity Index (indeks kemiripan). Banyak orang salah kaprah dengan menyebut proses ini sebagai “cek plagiarisme”. Padahal, similarity dan plagiarism adalah dua hal yang berbeda. Similarity index adalah persentase kemiripan tekstual yang ditemukan oleh sistem, sedangkan plagiarisme adalah keputusan etis apakah kemiripan tersebut disengaja atau tidak.
Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti, memahami tahapan pengecekan ini sangat krusial agar karya mereka tidak hanya lolos sistem, tetapi juga berkualitas secara substansi. Berikut adalah tahapan mendalam dalam melakukan pengecekan similarity index.
1. Pra-Pemrosesan Naskah (Pembersihan Dokumen)
Sebelum mengunggah dokumen ke mesin pengecek seperti Turnitin, iThenticate, atau Scribbr, penulis harus menyiapkan naskah agar hasil yang keluar akurat.
- Menghilangkan Daftar Pustaka: Sebagian besar sistem akan mendeteksi judul referensi sebagai kemiripan tinggi karena ribuan orang menggunakan referensi yang sama.
- Memastikan Format File: Gunakan format .docx atau .pdf yang memiliki layer teks (bukan hasil scan gambar) agar mesin bisa membaca karakter dengan tepat.
- Pengecekan Kutipan Langsung: Pastikan kutipan langsung sudah berada di dalam tanda petik “…”. Sistem yang canggih biasanya memiliki fitur Exclude Quotes yang secara otomatis mengabaikan teks di dalam tanda petik.
2. Proses Unggah dan Pemindaian (Scanning)
Setelah dokumen siap, langkah berikutnya adalah memasukkannya ke dalam basis data mesin pengecek. Di tahap ini, sistem bekerja dengan algoritma perbandingan string teks. Sistem akan memecah dokumen Anda menjadi potongan-potongan kecil (ngram) dan membandingkannya dengan miliaran sumber yang terdiri dari:
- Internet Archive: Halaman web yang aktif maupun yang sudah diarsipkan.
- Publikasi Jurnal: Database dari penerbit besar seperti Elsevier, Springer, dan IEEE.
- Repositori Institusi: Karya-karya mahasiswa dari universitas lain yang pernah diunggah sebelumnya.
3. Analisis Laporan Hasil (Similarity Report)
Setelah pemindaian selesai (biasanya memakan waktu 5–15 menit), sistem akan mengeluarkan persentase total, misalnya 25%. Namun, jangan terpaku pada angka ini saja. Anda harus membedah laporan tersebut berdasarkan kategorinya:
- Identifikasi Sumber: Sistem akan memberikan kode warna pada teks yang mirip. Warna merah mungkin merujuk pada situs web, hijau pada jurnal, dan seterusnya.
- Analisis Kecocokan Kecil: Seringkali, sistem mendeteksi istilah umum seperti “Universitas Indonesia” atau “Berdasarkan hasil penelitian di atas” sebagai kemiripan. Dalam kebijakan akademik, kecocokan di bawah 1-3% dari satu sumber biasanya bisa diabaikan atau disaring (filter).
4. Tahap Tindakan Korektif: Parafrase dan Sitasi
Jika hasil similarity index melebihi ambang batas yang ditentukan (biasanya 15-20% untuk jurnal bereputasi), maka tahap ini adalah yang paling melelahkan namun penting.
Parafrase bukan sekadar mengganti kata dengan sinonimnya (menggunakan thesaurus). Teknik yang benar melibatkan:
- Mengubah Struktur Kalimat: Mengubah kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya.
- Mengubah Alur Gagasan: Menyampaikan poin utama penulis asli dengan gaya bahasa dan logika Anda sendiri tanpa menghilangkan esensi aslinya.
- Penggabungan Ide: Merangkum beberapa kalimat menjadi satu poin yang padat.
Tingginya angka kemiripan sering kali disebabkan oleh kutipan yang tidak sempurna. Pastikan setiap ide yang bukan milik Anda memiliki atribusi nama penulis dan tahun yang jelas. Jika menggunakan gaya APA, Harvard, atau IEEE, pastikan konsistensi di seluruh naskah.
5. Pengecekan Ulang (Final Check)
Setelah perbaikan dilakukan, naskah harus diunggah kembali. Namun, ada satu jebakan yang harus dihindari: Repository vs. No Repository. Peringatan Penting: Jika Anda menggunakan akun Turnitin milik pribadi atau jasa tidak resmi, pastikan pengaturannya adalah “No Repository”. Jika tersetel ke “Standard Repository”, naskah Anda akan tersimpan di database permanen. Saat Anda mengunggahnya nanti ke kampus atau jurnal, hasilnya akan menjadi 100% mirip dengan karya Anda sendiri yang sebelumnya.
6. Interpretasi Akhir oleh Verifikator
Tahap terakhir bukan dilakukan oleh mesin, melainkan oleh editor manusia sebagai verifikator. Verifikator akan melihat:
- Letak Kemiripan: Jika kemiripan menumpuk di bagian “Metode Penelitian”, ini biasanya dimaklumi karena prosedur laboratorium sering kali standar. Namun, jika kemiripan menumpuk di bagian “Hasil dan Pembahasan”, ini bisa dianggap sebagai indikasi serius plagiarisme.
- Integritas Data: Memastikan bahwa tidak ada manipulasi teks (seperti menyisipkan karakter putih atau alfabet asing) untuk mengelabuhi mesin.
Pengecekan similarity index adalah instrumen untuk membantu penulis mencapai standar kualitas yang lebih tinggi. Proses ini mendidik kita untuk lebih kreatif dalam merangkai kata dan lebih disiplin dalam memberikan penghargaan kepada karya orang lain melalui sitasi.
Dengan mengikuti tahapan dari pra-pemrosesan hingga interpretasi akhir secara jujur, Anda tidak perlu takut terhadap angka yang muncul di layar. Angka tersebut hanyalah peta yang menunjukkan bagian mana dari karya Anda yang perlu diperkuat orisinalitasnya.
Untuk layanan Cek Turnitin tanpa ribet, hubungi Admin Sastra Lingua Indonesia sekarang melalui WhatsApp atau kunjungi situs resmi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik. Mari bersama-sama bangun reputasi akademik yang gemilang! HOTLINE SLI https://wa.me/6281217940525

