Hal-Hal Penting dalam Menerjemahkan Ijazah dan Transkrip Nilai

Menerjemahkan dokumen akademik, seperti ijazah dan transkrip nilai, adalah langkah krusial bagi siapa pun yang bercita-cita melanjutkan studi, mencari pekerjaan, atau mengajukan imigrasi ke luar negeri. Dokumen ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan bukti otentik dari perjalanan pendidikan dan pencapaian akademis seseorang.

Namun, proses penerjemahannya jauh lebih rumit daripada sekadar alih bahasa biasa. Kesalahan sekecil apa pun pada penerjemahan nama mata kuliah, sistem penilaian, atau bahkan format legalitas dokumen, dapat berakibat fatal, mulai dari penolakan aplikasi hingga pembatalan beasiswa.

Oleh karena itu, penting untuk memahami beberapa hal mendasar yang tidak boleh terlewatkan saat menerjemahkan ijazah dan transkrip nilai.

1. Kebutuhan Mutlak: Penerjemahan Tersumpah (Sworn Translation)

Ini adalah poin paling vital. Untuk tujuan resmi di luar negeri seperti pendaftaran universitas, pengajuan visa pelajar, atau otentikasi kualifikasi profesional—penerjemahan dokumen akademik hampir selalu wajib dilakukan oleh Penerjemah Tersumpah (Sworn Translator).

Mengapa Harus Tersumpah?

Institusi asing (universitas, badan akreditasi, atau kantor imigrasi) memerlukan jaminan bahwa dokumen yang mereka terima:

  • Akurat: Semua nama, mata kuliah, dan nilai diterjemahkan dengan benar.
  • Sah secara Hukum: Penerjemah tersumpah telah disumpah dan terdaftar di instansi pemerintah (seperti Kementerian Hukum dan HAM), sehingga tanda tangan dan stempel mereka diakui secara legal sebagai bukti keabsahan terjemahan.
  • Mematuhi Format Legalitas: Terjemahan tersumpah mengikuti standar format tertentu yang memuat nomor registrasi, tanggal penerjemahan, serta pernyataan kesesuaian dengan dokumen sumber, yang memberikan kredibilitas yang tidak dimiliki oleh terjemahan biasa.

2. Akurasi Terminologi Akademik

Ijazah dan transkrip nilai penuh dengan istilah spesifik yang seringkali tidak memiliki padanan kata yang persis dalam bahasa target. Kesalahan terminologi di sini dapat menimbulkan kesalahpahaman serius.

Contoh Terminologi yang Sering Keliru:

  • Nama Mata Kuliah: Mata kuliah seperti “Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan” harus diterjemahkan secara kontekstual dan konsisten, bukan hanya diterjemahkan kata per kata (word-for-word).
  • Sistem Nilai (GPA/IPK): Penerjemah harus memahami bagaimana sistem IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di Indonesia dikonversi atau dijelaskan agar dapat dipahami oleh sistem penilaian di negara tujuan. Misalnya, nilai A, B, C, atau angka 1 hingga 4.
  • Jabatan Akademik: Penerjemahan gelar dan jabatan seperti “Dekan,” “Rektor,” “Kepala Program Studi,” dan gelar S1/S2 harus disesuaikan dengan padanan yang diakui secara internasional (misalnya, Rector/President untuk Rektor).

3. Konsistensi Nama dan Gelar

Nama pemilik ijazah dan nama universitas harus 100% konsisten dengan dokumen identitas resmi lainnya (paspor, akta lahir, KTP).

Tips Penting:

  • Ejaan Nama: Pastikan ejaan nama Anda, nama orang tua, dan gelar dicocokkan persis dengan yang tertera di paspor Anda. Kesalahan satu huruf dapat menyebabkan masalah verifikasi identitas di kantor imigrasi atau universitas.
  • Nama Institusi: Nama universitas harus diterjemahkan dan dituliskan secara konsisten, seringkali dengan menyertakan nama resmi dalam Bahasa Inggris (jika ada) dan nama dalam Bahasa sumber untuk klarifikasi.

4. Keberadaan Keterangan Tambahan dan Format

Ijazah dan transkrip bukan hanya tentang teks utama; ia juga mencakup detail penting lainnya yang harus diperhatikan oleh penerjemah:

  • Tanda Tangan dan Stempel: Penerjemah harus mencantumkan keterangan bahwa ada tanda tangan dan stempel resmi pada dokumen sumber. Stempel dan tanda tangan pada ijazah tidak boleh dihilangkan dari hasil terjemahan.
  • Keterangan Lampiran: Terjemahan harus mencakup semua informasi yang tertera, termasuk keterangan di bagian belakang dokumen (jika ada), seperti penjelasan tentang SKS (Sistem Kredit Semester) atau peraturan kelulusan.
  • Konsistensi Tata Letak: Meskipun tidak harus identik, tata letak terjemahan sebaiknya mencerminkan format dokumen asli (misalnya, letak logo, kolom, dan baris nilai) agar mudah dicocokkan oleh pihak penerima.

5. Legalisasi Lanjutan (Apostille atau Kedutaan)

Setelah dokumen selesai diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah, prosesnya mungkin belum selesai. Bergantung pada negara tujuan, Anda mungkin perlu melanjutkan ke tahap legalisasi:

  • Apostille: Jika negara tujuan adalah anggota Konvensi Den Haag, Anda hanya perlu melegalkan terjemahan tersumpah melalui Kementerian Hukum dan HAM dan/atau Kementerian Luar Negeri untuk mendapatkan sertifikat Apostille.
  • Legalisasi Kedutaan: Jika negara tujuan bukan anggota Konvensi Den Haag, Anda harus melanjutkan legalisasi ke Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, dan terakhir ke Kedutaan Besar negara tujuan di Indonesia.

Penerjemah tersumpah yang berpengalaman akan memahami seluruh rantai legalisasi ini dan dapat memberikan panduan atau bahkan layanan bantuan legalisasi.

Butuh Penerjemah Tersumpah untuk Ijazah dan Transkrip Nilai Anda?

Memastikan keakuratan akademik dan legalitas dokumen adalah spesialisasi kami. Sastra Lingua Indonesia memiliki tim Penerjemah Tersumpah yang berpengalaman dalam menerjemahkan dokumen pendidikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aplikasi universitas di Eropa hingga pengajuan visa imigrasi di Amerika.

Wujudkan Impian Studi dan Karier Global Anda!

Kami menjamin:

  • Akurasi 100%: Semua mata kuliah, nilai, dan keterangan diterjemahkan secara akurat sesuai standar akademik internasional.
  • Proses Cepat & Resmi: Terjemahan dilengkapi stempel tersumpah yang diakui oleh seluruh Kedutaan dan instansi pemerintah.
  • Bantuan Konsultasi: Kami siap membantu Anda memahami kebutuhan legalisasi lanjutan (Apostille/Kedutaan) yang diperlukan negara tujuan Anda.

Hubungi Sastra Lingua Indonesia hari ini juga melalui HOTLINE kami https://wa.me/6281217940525. Kirimkan ijazah dan transkrip nilai Anda untuk mendapatkan penawaran terbaik dan memulai proses penerjemahan tanpa ragu.