Jika kamu berencana kuliah, kerja, atau mengikuti program pelatihan profesional di luar negeri, TOEFL hampir selalu menjadi syarat utama. TOEFL (Test of English as a Foreign Language) merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang dirancang untuk mengukur keahlian berbahasa seseorang dalam konteks akademik maupun profesional. Hingga saat ini, TOEFL menjadi salah satu tes bahasa Inggris paling diterima secara global, dengan lebih dari 11.500 institusi di 160 negara menggunakan hasil TOEFL sebagai standar seleksi.
TOEFL menilai empat keterampilan inti—mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis—yang harus dikuasai oleh siapa pun yang ingin beradaptasi dengan lingkungan pendidikan atau kerja internasional. Skor TOEFL menjadi bukti kemampuan bahasa Inggris seseorang secara objektif sehingga memudahkan institusi untuk menilai kesiapan kandidat.
TOEFL untuk Syarat Masuk Universitas Luar Negeri
Sebagian besar universitas di Amerika Serikat, Kanada, Australia, Eropa, Jepang, Korea, hingga Timur Tengah mensyaratkan skor TOEFL untuk pendaftaran mahasiswa internasional. Alasannya, kehidupan perkuliahan di luar negeri sangat bergantung pada kemampuan memahami materi akademik yang kompleks, seperti membaca jurnal ilmiah, menulis esai argumentatif, mengikuti diskusi kelas, hingga melakukan presentasi penelitian. Skor TOEFL menunjukkan apakah calon mahasiswa memiliki kemampuan bahasa yang cukup untuk mengikuti proses tersebut tanpa hambatan besar.
Misalnya, program S1 biasanya memerlukan skor TOEFL iBT minimal 70–90, sedangkan program S2 dan S3 dapat meminta skor 90–110 tergantung jurusan dan universitas. Program seperti STEM, bisnis, dan hukum biasanya memiliki standar lebih tinggi karena tuntutan akademiknya lebih berat. Dengan skor TOEFL yang baik, kamu dapat memperluas pilihan universitas, bahkan membuka peluang untuk diterima di kampus berperingkat tinggi.
TOEFL untuk Beasiswa Internasional
Beberapa lembaga pemberi beasiswa terbesar di dunia seperti LPDP (untuk tujuan luar negeri), Fulbright, Chevening, Australia Awards, dan Erasmus+ hampir selalu mencantumkan TOEFL sebagai salah satu syarat utama. Ini karena TOEFL menilai kesiapan komunikasi akademik penerima beasiswa, terutama dalam kegiatan seperti seminar, riset, kolaborasi internasional, dan publikasi ilmiah.
Skor TOEFL yang tinggi dapat meningkatkan daya saingmu di antara ribuan pendaftar. Beberapa beasiswa bahkan secara jelas mencantumkan standar skor minimal—misalnya TOEFL iBT 90 atau lebih untuk studi pascasarjana. Semakin tinggi skor TOEFL yang kamu miliki, semakin besar peluang untuk lolos seleksi administrasi dan lanjut ke tahap wawancara. Inilah sebabnya banyak peserta beasiswa memulai persiapan TOEFL jauh sebelum mendaftar.
TOEFL untuk Kebutuhan Karier dan Rekrutmen
Di dunia kerja modern, kemampuan bahasa Inggris telah menjadi kebutuhan dasar, terutama di perusahaan internasional, perusahaan berbasis teknologi, sektor keuangan, perhotelan, aviasi, hingga lembaga pemerintahan. Banyak perusahaan menggunakan skor TOEFL sebagai indikator kemampuan komunikasi kandidat agar dapat bekerja dalam tim global, membuat laporan profesional, atau berpartisipasi dalam rapat internasional.
Beberapa perusahaan global meminta skor TOEFL minimal 80–100 untuk posisi tertentu. Bahkan di Indonesia sendiri, banyak perusahaan multinasional menganggap skor TOEFL sebagai pertimbangan penting untuk promosi jabatan atau seleksi pelatihan internasional. Dengan skor TOEFL yang baik, kamu akan lebih percaya diri bersaing di dunia profesional.
Berapa Usia yang Tepat untuk Mengikuti TOEFL?
Secara resmi, TOEFL tidak memiliki syarat usia. Semua kalangan—mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, hingga orang dewasa—boleh mendaftar tanpa batasan umur. Namun, karena materi TOEFL bersifat akademik, banyak ahli menyarankan usia minimal sekitar 16 tahun. Pada usia ini, kemampuan membaca dan berpikir kritis biasanya sudah cukup matang untuk memahami teks panjang dan kompleks.
Anak usia 13–15 tahun tetap boleh mendaftar, terutama jika mereka mengikuti kurikulum internasional, mempersiapkan diri untuk program sekolah luar negeri, atau ingin membangun pengalaman menghadapi tes standar. Pada akhirnya, kesiapan mengikuti TOEFL lebih ditentukan oleh kemampuan bahasa Inggris dan kedewasaan akademik, bukan umur semata.
Syarat untuk Mendaftar TOEFL
Untuk mendaftar TOEFL iBT, peserta perlu menyiapkan beberapa hal dasar. Pertama adalah identitas diri seperti paspor atau KTP, tergantung negara tempat tes. Untuk tes internasional, paspor biasanya diwajibkan. Setelah itu, peserta harus membuat akun di website resmi ETS, memilih jadwal tes, lokasi, dan melakukan pembayaran.
Biaya tes TOEFL berbeda-beda di setiap negara, biasanya berkisar antara 200–250 USD. Peserta disarankan memiliki kartu pembayaran internasional untuk mempermudah proses. Bagi yang memilih TOEFL iBT Home Edition, perlu dipastikan bahwa perangkat komputer, kamera, mikrofon, koneksi internet, dan ruangan tes sudah memenuhi persyaratan ETS. Tidak ada syarat pendidikan tertentu untuk mengikuti TOEFL—siapa pun bisa mendaftar tanpa harus menjadi siswa atau mahasiswa.
Jenis-Jenis TOEFL yang Perlu Diketahui
TOEFL memiliki beberapa jenis yang berbeda berdasarkan fungsi dan kebutuhannya. Yang paling umum adalah TOEFL iBT (Internet-Based Test), yaitu tes resmi versi online yang diterima oleh universitas dan lembaga global. Ada juga TOEFL iBT Home Edition yang memungkinkan peserta mengerjakan tes dari rumah dengan pengawasan online. Sementara TOEFL ITP adalah tes berbasis institusi yang digunakan untuk keperluan internal kampus atau lembaga—bukan untuk pendaftaran universitas luar negeri.
Daftar kelas Persiapan TOEFL di Sastra Lingua Indonesia dan mulai perjalanan belajarmu dengan tutor berpengalaman, metode fun & easy, serta materi yang cocok untuk pemula sampai level lanjutan! Untuk pendaftaran bisa menghubungi HOTLINE SLI: https://wa.me/6281217940525

